Syahrul07's Blog

Posts Tagged ‘fungsi dan hormon

FUNGSI REPRODUKSI
DAN HORMONAL PRIA(DAN KELENJAR PINEAL)

Fungsi reproduksi pria dapat dibagi dalam tiga sub golongan utama:pertama, spermatogenesis,yang hanya berarti pembentukan sperma;kedua,pelaksanaan kerja seksual pria;dan ketiga,pengaturan fungsi seksual pria berbagai hormone.yang berhubungan dengan fungsi ini adalah efek hormone seks pria pada organseks tambahan,pada metabolisme sel,pada pertumbuhan,dan pada fungsi tubuh lain.

1.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI
Testis terdiri dari 900 lilitan tubulus seminiferus,yang masing-masing mempunyai panjang rata-rata dari 5 meter,dan merupakan tempat pembentukan sperma,sperma kemudian dialirkan kedalam epididimis suatu tubulus lain yang juga berbentuk lilitan dengan panjang 6 meter.Epididimis mengarah kedalam vas deferens,yang membesar kedalam ampula vas deferens tepat sebelum vas deferens memasuki korpus kelenjar prostat.vesikula seminalis yang masing-masing terletak disebelah prostate,mengalir kedalam ujung ampula prostate,dan isi dari ampula dan vesikula seminalis masuk kedalam duktus ejakulatorius.akhirnya uretra merupakan rantai penghubung terakhir dari testis kedunia luar.uretra disuplai dengan mucus yang berasal dari sejumlah kelenjar uretra kecil yang terletak di sepanjang dan bahkan lebih jauh lagi dari kelenjar bulbouretralis(kelenjar cowper)bilateral yang terletak di dekat asal uretra.

1.2 SPERMATOGENESIS
Spermatogenesis terjadi pada semua tubulus seminiferus selama kehidupan seks aktif,mulai rata-rata pada usia 13 tahun,sebagai akibat perangsangan oleh hormone-hormon gonadotropin adenohipofisis dan terus berlangsung selama hidup.

LANGKAH-LANGKAH SPERMATOGENESIS
Tubulus seminiferus,mengandung banyak sel epitel germinativum yang berukuran kecil sampai sedang yang dinamakan spermatogenia,yang terletak dalam dua atau tiga lapisan sepanjang pinggir luar epitel tubulus.sel-sel ini terus mengalami poliferasi untuk permelengkapi mereka kembali,dan sebagian dari mereka berdiferiensiasi melalui stadium-stadium definitive perkembangan untuk membentuk sperma.
Stadium pertama spermatogenesis adalah pertumbuhan beberapa spermatogenia,menjadi sel yang sangat besar yang dinamakan spermatosit.kemudian spermatosit membelah dengan prosesmeiosis(disinitidak ada pembentukan kromosom)membentuk dua spermatosit,masing-masing mengandung 23 kromosom.spermatosit tidak membelah lagi tetapi menjadi matur selama beberapa minggu untuk menjadi spermatozoa.
Kromosom seks pada setiap spermatogonium,salah satu dari 23 pasang kromosom membawa informasi genetic yang menentukan seks dari turunan akhir.pasangan ini terdiri dari satu kromosom “X”yang dinamakan kromosom wanita dan satu kromosom “Y”,kromosom pria.
Pembentukan sperma,bila spermatid pertama kali dibentuk,mereka masih mempunyai sifat umum sel epiteloid,tetapi segera sebagian sitoplasmanya menghilang,dan setiap spermatozoa,terdiri atas kepala,leher,badan,dan ekor.untuk membentuk kepala,zat inti memadat menjadi suatu masa yang padat,dan membrane sel berkontraksi sekitar inti.ini adalah zat inti yang melakukan fertilisasi ovum.
Didepan kepala sperma terdapat struktur kecil yang dinamakan akrosom,yang dibentuk dari apparatus Golgi serta mengandung hialuronidase dan protease yang memegang peranan penting untuk masuknya sperma kedalam ovum.
Sentriol mengelompokkan pada leher sperma dan mitokondria tersusun berbentuk spiral dalam badan.
Yang menonjol keluar tubuh adalah ekor panjang,yang merupakan pertumbuhan keluar dari salah satu sentriol.ekor mempunyai struktur yang hampir sama seperti silia.ekor mengandung dua pasang mikrotubulus yang turun ketengah dan sembilan mikrotubulus ganda yang tersusun sekitar pinggir.ekor diliputi oleh perluasan membrane sel,dan megandung banyak adrenosin trifosfat(dibentuk mitikondria dalam badan)yang niscaya memberi energi pergerakan ekor.
Fungsi sel sertoli.sel sertoli dari epitel germinativum,yang dikenal sebagai sel sustentakular.sel ini besar meluas dari basis epitel seminiferus sampai bagian dalam tubulus.spermatid meletakkan dirinya pada sel sertoli,dan timbul hubungan spesifik antara dua sel ini yang menyebabkan spermatid berubah menjadi smatozoa.sel-sel sertoli memberikan zat gizi,hormone dan mungkin juga enzim yang penting untuk menyebabkan perubahan yang tepat pada spermatid.sel-sel spermatid juga membuang kelebihan Sitoplasma sewaktu spermatid dikonversi menjadi spermatozoa.
Pematangan sperma pada epididimis.setelah pembentukan pada tubulus seminiferus,sperma masuk epididimis.sperma yan dikeluarkan dari tubulus seminiferus belum bergerak sama sekali,dan mereka tidak dapat membuahi ovum,akan tetapi setelah sperma berada dalam epididimis selama 18 jam sampai 10 hari,mereka mengembangkan kemampuan bergerak walaupun beberapa factor menghambat masih mencegah motilitas sampai setelah ejakulasi.
Penyimpanan sperma. Sejumlah kecil sperma dapat disimpan dalam epididimis,tetapi sebagian besar sperma disimpan dalam vas deferens.sperma dapat tetap disimpan mempertahankan fertilitasnya dalam tempat ini dalam beberapa bulan,walaupun diragukan bahwa selama aktivitas seksual normal terjadi penyimpanan yang demikian lama.tentu saja dengan aktivitas seksual yang berlebihan,penyimpanan mungkin tidak lebih lama beberapa jam.
Fisiologi sperma matang.sperma yang biasanya motil dan fertil mampu melakukan pergerakan dengan menggunakan flagel melalui media cair dengan kecepatan sekitar 1 sampai 4mm,per menit.selanjutnya,sperma normal bergerak dalam garis rotasi lurus bukan dengan pergerakan melingkar.walaupun sperma dapat hidup selama berminggu-minggu pada saluran genitalia testis,masa hidup sperma didalam traktus genitalia wanita hanya satu sampai empat hari.

FUNGSI VESIKA SEMINALIS
Vesika seminalis merupakan kelenjar sekresi yang dibatasi oleh epitel yang menyekresi zat mukoid yang mengandung banyak fruktosa dan zat gizi lain maupun banyak prostaglandin ,dan fibrinogen.selama proses ejakulasi setiap vesika seminalis mengosongkan isinya kedalam duktus ejakulatorius segera setelah vas deferen mengeluarkan sperma.prostaglandin dianggap membantu fertilisasi dalam dua jalan:(1)dengan bereaksi dengan mucus serviks agar menjadi lebih reseptif bagi sperma,dan(2)mungkin menyebabkan kontraksi peristaltic dalam arah terbalik pada uterus dan tuba fallopii,untuk menggerakkan sperma kedalam ovarium.

FUNGSI KELENJAR PROSTAT
Kelenjar prostate menyekresi cairan alkali yang encer,seperti susu mengandung asam sitrat,kalsium,dan beberapa zat lain.selama pemancaran,kapsula kelenjar prostate berkontraksi serentak dengan kontraksi vas deferens dan vesika seminalis sehingga cairan prostate yang encer seperti susu menambah masa semen.sifat alkali cairan prostat mungkin sangat penting untuk keberhasilan fertilisasi ovum,karena cairan vas deferens relative asam karena adanya hasil akhir metabolisme sperma dan akibatnya mengahambat fertilisasi dan motilitas sperma.

SEMEN
Semen yang diejakulasi pria waktu melakukan hubungan seks,terdiri dari cairan vas deferens,vesika seminalis,kelenjar prostate,dan kelenjar mukosa,khususnya kelenjar bulbouretralis.masa semen yang utama adalah cairan seminalis(sekitar 60%)yang diejakulasi terakhir dan berperan membersihkan sperma keluar dari duktus ejakulatorisdan uretra.
Walaupun sperma dapat hidup berminggu-minggu pada genitalia pria,sekali ia mengejakulasikan dalam semen,masa hidup maksimumnya hanya 24 sampai 72 jam pada suhu tubuh.

STADIUM-STADIUM TINDAKAN SEKSUAL PRIA
1. Ereksi ;
Ereksi merupakan efek pertama perangsang seksual pria,dan derajat ereksi sebanding dengan derajat perangsangan baik oleh psikis atau fisik.
Ereksi disebabakan oleh impuls parasimpatis yang berjalan dari bagian sacral medulla spinalis ke penis.impuls parasimatis ini melebarkan arteri penis dan mungkin serentak menyebabkan kontriksi pada vena-vena,jadi memungkinkan darah arteri mengalir dengan tekanan tinggi masuk ke jaringan erektil penis.jaringan erektil ini terdiri dari sinusoid venosus karvenosus yang besar,yang dalam keadaan normal relative kosong tetapi akan sangat melebar bila darah arteri masuk dalam tekanan,juga badan erektil dikelilingi oleh selubung fibrosa yang kuat,oleh karena itu tekanan tinggi dalam sinusoid menyebabkan pengembangan jaringan erektil sedemikian rupa sehingga penis menjadi keras dan memanjang.

2. Emisi dan ejakulasi
Emisi dan ejakulasi merupakan puncak tindakan seksual pria.bila rangsangan seksual menjadi sangat kuat,pusat-pusat refleks medulla spinalis mulai memancarkan impuls simpatis yang meninggalkan medulla spinalis pada L1-L2 dan menuju ke organ genitalia untuk memulai emisi,yang merupakan pendahulan ejakulasi.
Pengisian uretra interna kemudian menimbulkan isyarat yang dihantar kedaerah sacral ke medulla spinalis.selanjutnya,impuls saraf berirama dikirim dari medulla spinalis ke otot-otot rangka yang meliputi basis jaringan erektil,menyebabkan peningkatan tekanan berirama yang seperti gelombang pada jaringan tersebut,yang mengejakulasikan semen dari uretra keluar.

TESTOSTERON DAN HORMON SEKS PRIA LAINNYA
Sekresi testoteron oleh sel interstisial testis.testis mensekresikan beberapa hormone seks pria,yang bersama-sama dinamakan androgen.tetapi salah satu diantaranya testoteron jauh lebih banyak dan kuat daripada lainnya serta dapat dianggap merupakan satu hormone bermakna yang bertanggung jawabakan efek hormonal pria.
Sekresi androgen disuatu tempat dalam tubuh.istilah androgen digunakan sinonim dengan istilah hormone seks pria,tetapi androgen juga termasuk hormone seks pria yang dihasilkan dalam tubuh selain testis.
Kimia testoteron.semua androgen merupakan senyawa steroid,dalam testis dan adrenal androgen dapat disintesis dari kolesterol atau langsung dari asetil koenzim A.
Metabolisme testosterone.setelah disekresi oleh testis sebagian besar testoteron berikatan longgar dengan protein plasma,beredar dalam darah tidak lebih dari 15-30 menit sebelum ia diikat pada jaringan atau degresi menjadi bentuk tak aktif.
Degradasi dan ekskresi testoteron.testoteron yang tidak terikat pada jaringan dengan cepat diubah terutama oleh hati menjadi androesteron dan dehidroepiansdrsteron,dan serentak berkonjugasi sebagai glukuronida atau sulfat.

FUNGSI TESTOSTERON
Fungsi testosterone waktu perkembangan fetus.testosteron mulai dikeluarkan oleh pria sekitar bulan kedua kehidupan embrional.tentu saja ahli embrional yakin bahwa perbedaan fungsional utama antara kromosom seks pria dan wanita adalah bahwa kromosom pria menyebabkan rigi-rigi genital yang baru berkembang mengekkresi testosterone.oleh karena itu ada atau tidak adanya testosterone pada fetus merupakan factor yang menentukan perkembangan sifat dan organ genitalia pria dan wanita.juga testosterone menyebabkan perkembangan kelenjar prostate,vesika seminimalis dan saluran genitalia pria.

KELAINAN-KELAINAN FUNGSI SEKSUAL PRIA

KELENJAR PROSTAT DAN KELAINANNYA
Kelenjar prostate relative tetap kecil waktu masa anak-anak dan mulai tumbuh pada puberitas karena perangsangan testosterone,kelenjar ini mencapai ukuran yang hamper tetap menjelang usia 20 tahun dan tetap dengan ukuran ini sampai sekitar 40-50tahun.
Kanker kelenjar prostate sangat sering meyebabkan kematian sekitar 2-3% pada pria.beberapa penderita yang menderita kanker prostate yang telah mengalami metastasis ke hamper semua tulang tubuh dapat berhasil diobati selama beberapa bulan atau beberapa tahun dengan pembuangan testis,dengan tetapi estrogen dan kedua nya setelah pengobatan ini metastasi mengalami degenerasi dan tulang sembuh.

TUMOR TESTIS DAN HIPERGONADISME PADA PRIA
Tumor sel interstisial jarang terdapat pada testis,tetapi bila tumor berkembang,kadang-kadang menghasilakan testosterone sebamyak 100 kali normal.ia menyebabkan pertumbuhan otot-otot dan tulang yang cepat.yang lebih sering daripada tumor sel interstitialadalah tumor epitel germinativum mampu berdiferensiasi menjadi hamper semua jenis sel.tumor ini sering tidak menyekresi hormone.hormon estrogen juga sering disekresi oleh tumor ini dan menyebabkan keadaan keadaan yang ginekomastia yang berarti pertumbuhan kelenjar mamaeyang berlebihan.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.